Apakah dengan 1 jam benar-benar bisa menjadi Programmer?
Perkembangan AI membuat proses coding semakin mudah, tetapi apakah cukup untuk menjadi programmer? Simak bagaimana AI mengubah peran programmer dan mengapa pemahaman dasar pemrograman tetap penting.

Topik programmer IT yang dulu pernah kita bahas. Terkadang istilah teknologi dibahas sedemikian rupa hingga terkesan rumit. Padahal, istilah teknis seperti programmer atau IT bisa saja digunakan sebagai jargon untuk meningkatkan kesan bahwa suatu produk memiliki nilai atau relevansi yang tinggi.
Kalian pernah dengar istilah wartawan Bodrex? Istilah tersebut menggambarkan bagaimana sebuah profesi bisa memiliki beragam persepsi di masyarakat. Hal serupa mungkin juga bisa terjadi pada profesi programmer.
Sekarang, mari kita bahas opini dari narasumber di podcast Kasisolusi yang tadi kita lihat. Kita anggap pernyataan tersebut benar terlebih dahulu agar bisa dianalisis lebih lanjut.
Untuk menjadi seorang programmer, seseorang perlu mempelajari banyak hal. Mulai dari bahasa pemrograman dasar, framework, library, arsitektur, CI/CD, Git, terminal, UI kit, styling, hingga berbagai istilah teknis lainnya. Semua itu membutuhkan waktu belajar yang tidak sebentar, bahkan bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Lantas, bagaimana mungkin seseorang bisa mempelajari dasar-dasar pekerjaan programmer hanya dalam waktu satu jam?
Secara sederhana, programmer adalah seseorang yang bertugas menerjemahkan logika menjadi kode untuk membangun sistem, software, atau aplikasi. Tugas utamanya adalah menerjemahkan kebutuhan dan logika yang diberikan ke dalam bentuk kode, bukan selalu merumuskan solusi bisnis atau menentukan arah produk. Tugas yang lebih berorientasi pada kebutuhan bisnis dan perumusan solusi umumnya berkaitan dengan peran Product Owner atau Product Manager.
Meskipun demikian, di era sekarang, programmer memang dituntut untuk memiliki kemampuan yang lebih generalis. Cakupan pekerjaannya dapat meluas hingga ke strategi produk maupun bisnis. Perubahan ini juga tercermin dari munculnya berbagai nama jabatan baru, seperti Full Stack Innovator dan beragam titel lainnya yang dapat ditemukan di LinkedIn.
Jadi, kesimpulannya, definisi dasar programmer tetap sama hingga saat ini, meskipun teknologi AI terus berkembang. AI mungkin mengubah cara programmer bekerja, tetapi pemahaman mengenai sistem, software, dan proses menerjemahkan logika ke dalam kode tetap menjadi bagian penting dari profesi tersebut.
Dengan demikian, anggapan bahwa seseorang dapat menjadi programmer hanya dalam waktu satu jam perlu dilihat secara lebih kritis. Menggunakan AI untuk menghasilkan kode dalam waktu singkat tidak serta-merta sama dengan memahami keseluruhan proses dan kompetensi seorang programmer.
